• Breaking News

    Mati Sebelum Waktunya




    Kata mati sangat kasar jika kata tersebut di peruntukkan untuk mahluk Allah seperti manusia. Itu menurut sebagian orang,sedangkan menurut sebagian lain lagi kata mati mau untuk di peruntukan buat mahluk hidup apa saja itu tidak ada bedanya termasuk juga manusia.

    Jika menurut saya kata mati sebenarnya sebuah kata wajar mau di tempatkan untuk mahluk hidup yang sudah mati.Karena saya menilai bukan dari penataan katanya, tetapi saya menilai dari sebuah peralihan bentuk dan tempat. Dimana sosok mahluk hidup yang sudah mati akan berubah bentuk dan kemudian akan pupus sesuai perjalanan waktunya.

    Perkataan mati penilaiannya tergantung dari pribadi masing - masing  kepada lawan bicara kita, jadi yang di temukan di sini hanya sebuah tata krama bahasa sesama yang hidup. Bukan tata kramah kepada yang mati.

    Untuk menjaga kesopanan sesama yang hidup, maka ucapan mati bisa di peruntukan untuk mahluk Allah selain manusia . Sedangkan untuk orang muslim bisa di ganti dengan meninggal atau wafat.

    Uraian di atas  untuk konten ini  hanyalah sebagai penandaan kesopanan saya untuk menjelaskan judul  Mati sebelum waktunya dengan harapan tidak di jadikan bahan permasalahan dalam penataan kalimat.

    Mati Sebelum Waktunya

    Tidak seorangpun manusia hidup di dunia tidak mempunyai angan-angan, keinginan,cita-cita,perencanaan, untuk masa depan yang lebih baik. Semua itu adalah wajar dan realitis di miliki seorang anak manusia . Allah menciptakan manusia diantaranya sudah di bekali sebuah naluri yang dengan sendirinya akan menciptakan pola fikir, sehingga terorganisir pada sesuatu hasrat.

    Hasrat yang timbul dari pola fikir manusia akan menciptakan hasil akhir dari sebuah pertimbanga -
    pertimbangan,kemungkinan serta sebab akibat. Setelah apa yang di anggap sudah menjadi keputusan, maka akan di beri tanda dengan perbuatan atau pelaksanaan.

    A. Saatnya menentukan pilihan

    Setelah proses di di buat dari hasil pola fikir manusia secara idividu, maka itulah yang paling terbaik pula untuk di berlakukan atau di praktekan di masa perjalannan waktu untuk pribadinya. Terbaik untuk diri sendiri bukanlah menjadi ukuran terbaik pula menurut pandangan orang lain. Misalkan anda melakukan perbuatan yang menguntungkan untuk pribadi tetapi sangat merugikan oleh pihak lain. Namun dalam pilihan hidup anda harus melakukan, baik faktor sengaja ataupun tidak sengaja, faktor kebutuhan ataupun hanya sekedar keinginan.

    B. Dari berbagai pilihan yang ada tetapi salah memilih

    Seringkah anda mendengarkan kalimat hidup ini adalah pilihan?
    Kata - kata tersebut sangatlah benar dan dengan kata - kata itu pula banyak  di jadikan sebagai alasan seseorang melakukan pilihan yang salah. Dipandang dari segi ketaqwaan bahasa salah pilih sebenarnya tidak ada. Sebab, taqwa itu identik dengan kebenaran. Sehingga di mana orang bertqwa kepada Allah SWT, apa yang menjadi pilihan dari ajaran Islam berdasarkan Firman dan Hadist shahih tidak ada yang salah. Boleh di buktikan, pilihlah satu, dua, tiga, seratus ,seribu dan seterusnya apa yang terdapat di kitab suci Qur'an dan Hadist shahih secara acak kemudian anda membaca, mempelajari dan melaksanakan, pasti apa yang anda pilih itu tidak ada yang salah.

    C. Pilihan yang salah menjadi iman

    Salah memilih dalam menjalani kehidupan akan berdampak sulit untuk merubah karakter hidup.  Mengapa demikian? Perjalanan manusia sangat cenderung dengan faktor kebiasaan. Ketika seorang kerap melakukan perbuatan yang salah, secara fisikologis, perbuatan tersebut akan menjadi iman sehingga menjadikan  itu sebagai faktor kebiasaan.

    Baca juga artikel : Didalam yang hidup masih ada yang hidup sebuah artikel singkat tetapi tetap bertahan sepanjang waktunya di posisi teratas versi Artikel Terpopuler mingguan.

    Sungguh sangat di sayangkan, hidup di dunia yang cuma sebagian kecil waktunya di bandingkan dengan kehidupan akhirat, jika tidak di mamfaatkan dengan benar, maka sia-sialah Allah mempercayakan diri kita sebagai seorang kholifah untuk menjadi seorang pemimpin dalam membina alamNya. Lalu, sampai sejauh mana kita bisa  mempertanggung jawabkannya nanti  di hadadapan Allah.?

    D. Tidak ada jaminan kita kapan akan mati

    Adakah yang tau kapan dirinya mati?
    Bisa detik ini, nanti,besok, lusa dan kapan saja. Siapa yang bisa menjamin kematian itu? Manusia tidak punya daya upaya untuk menjaminya. Cukup Allah yang tau. Hanya Allah yang mengetahuinya. Mengapa banyak dari manusia mengabaikan tidak ada jaminan mati? Mungkin di karenakan sangkin asiknya memikikan dunia. Mungkin karena asiknya memikirkan keluarga. Mungkin dikarenakan asiknya memikirkan masa depan dunia. Mungkin karena asiknya  melukakukan kemaksiatan faktor kebiasaanya. Mungkin dan mungkin.

    Ya Allah bagaimana nasib kami hambaMu yang keburu mati sebelum waktunya. Mati sebelum waktunya bertaubat?

    Apa yang bisa di pertanggung jawabkan di hadapan Allah?
    Tidak ada yang bisa di salahkan, selain penyesalan serta menerima yang sudah menjadi pilihan. Pilihan yang salah. Pilihan yang menjadikanya untuk mengakui segala perbuatan. Sebuah pilihan yang  menjadi penentuan di hari kemudian.

    Firman Allah SWT.
    " Sekali lagi, tahukah kamu apakah hari pembalasan itu?" ( Surah Al- Infitar Ayat 18 )

    "(Yaitu) hari (ketika) seseorang tidak berdaya sedikitpun untuk menolong orang lain. Dan segala urusan pada hari itu dalam kekuasaan Allah." ( Surat Al-Infitar Ayat 19 )


    "Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutilah suatu hari yang (pada hari itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikitpun. Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (syaitan) memperdayakan kamu dalam (mentaati) Allah." Surat Luqman Ayat 33 )


    No comments

    Terima kasih atas kunjungannya semoga artikel yang saya sajikan bermamfaat

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad