• Breaking News

    Tanggung Jawab Seorang Pemeran



    Pemeran adalah seseorang yang menjadi pelaku dalam sebuah kegiatan. Biasanya bahasa pemeran di pergunakan untuk sebuah pertunjukan, misalnya panggung sandiwara, drama, senetron, per-Film-man dll. Mengapa seseorang di jadikan pemeran dalam sebuah kegiatan maupun pertunjukan? Tidak lain di karenakan seseorang tersebut mempunyai keahlian di bidang sebuah kegiatan atau pertunjukan yang di maksud.

    Memilih seorang pemeran bukanlah asal memilih, karena dampaknya akan berakibat fatal ketika dalam suatu kegiatan atau pertunjukan menempatkan seseorang yang bukan ahlinya.

    Untuk mendapatkan orang-orang berkwalitas dan sesuai dengan keahliannya, biasanya di adakan sebuah penyeleksian jika untuk jenis pertandingan atau perlombaan, audisi jika itu untuk jenis pertunjukan, training untuk aktivitas dan lain-lain di sesuaikan dengan jenis kegiatannya.

    Setelah di adakan penilaian oleh para dewan, maka akan tersaringlah orang - orang yang berkuwalitas
    serta berkopetensi di dalam bidangnya , untuk di jadikan seorang pelaku dalam mengemban tugas sesuai pula dengan keahliannya.

    Apakah tugas dari seorang pelaku terpilih cukup sampai di situ saja? Tentu tidak.
    Dimana seseorang yang sudah di percaya mengelola atau di beri wewenang, maka akan lebih berat tugas yang di pikul dari pada hanya melakukan audisi untuk menjadi seorang pelaku. Pada saat melakukan penyeleksian,  upaya-upaya yang di lakukan hanya bagaimana cara kita untuk benar-benar menjadi seorang yang terbaik di antara peserta lainnya. Sedangkan ketika kita sudah menjadi sebagai seorang pemeran ruang lingkupnya akan lebih luas yang di antaranya  rasa tanggung jawab.

    Rasah tanggung jawab terhadap apa yang sudah menjadi komitmen dalam sebuah kegiatan yang mengacu pada integritas, yakni dimana ucapan yang di keluarkan sesuai dengan apa yang di laksanakan.

    Tanggung jawab bukanlah sebuah permainan, dimana ketika seseorang ingin mengambil hati atau cari perhatian terhadap atasan mereka melakukan hal-hal yang lebih, yang bertujuan untuk mendapatkan  kepercayaan sepenuhnya dari si bos. Tetapi tanggung jawab adalah lebih mengutamakan apa yang sudah menjadi tugasnya,serta membuahkan hasil dari apa yang di kerjakan, tanpa embel-embel kepentingan.

    Dari uraian mungil di atas saya akan simpulkan bahwa, menjadi seorang pemeran atau pelaksana atau pekerja yang memiliki seorang atasan itu lebih sulit untuk mempertahankan dari pada ketika kita melamar untuk menjadi seorang pelakunya.

    No comments

    Terima kasih atas kunjungannya semoga artikel yang saya sajikan bermamfaat

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad