Kenalilah dirimu

Share:
TAUBATAN NASUHA   [ Bag.00012 ]



Baca Artikel sebelumnya : Cintaku tergantung antara langit dan bumi


Sering kali kita dengar kalimat kenalilah dirimu niscaya akan mengenal Tuhanmu. Kalimat itu juga mendapat ulasan bahwa, setelah mengenal dirimu sendiri maka akan bisa mengenal Tuhanmu. Banyak ustad menyampaikannya, hingga bahasa kenali dirimu sebelum mengenal Tuhanmu tertangkap kebayakan khalayak muslim dari berbagai kalangan.

Saya sendiri manakala mendengar kalimat itu penasaran untuk mencari tau dari Firman atau Hadist Rasul. Yang ternyata ada yang menyampaikan bahwa itu adalah merupakan sebuah Hadist. Dan itu juga katanya, secara langsung saya belum pernah membaca kitab Hadist yang menjelaskannya. Itu bukan berarti saya tidak berupaya untuk mencarinya.

Untuk penjelasan tentang Kenalilah dirimu baru mengenal Tuhanmu anda bisa baca di artikel : Islamedia

Hal ini perlu saya lakukan di karenakan saya pernah belajar dari seseorang yakni belajar mengenal diri sendiri, yang bertujuan bisa mengenal Tuhan di dunia. Pada awalnya mengapa saya tertarik untuk belajar kaji diri? Alasanya cukup simpel yakni ingin belajar menjadi orang yang lebih baik dan mendalami Ilmu Agama untuk bekal dunia dan akhirat.

Saya tidak jelaskan di artikel ini bagaimana saya belajar dan dimana saya belajar. Karena saya anggap ini adalah prifasi perguruan tertentu yang tidak baik untuk di orbitkan secara publik.Dari belajar kaji diri saya melakukan pembelajaran sampai mematikan diri sebelum mati.

Setelah. Saya mempelajarinya, namun apa yang aku dapat sangat bertentangan dengan hati saya, sehingga saya memutuskan utuk tidak melanjutkan. Menyesalkah saya belajar hal tersebut? Saya tidak menyesal, bahkan saya bisa mengatakan ada segi positifnya. Sedikit saya ungkapkan beberapa hal yang membuat saya memutuskan tidak melanjutkan.

Pertama mengartikan amalan yang di lakukan melalui mimpi yang kita dapat.
Didalam mengartikan mimpi yang kita dapat saya beranggap bahwa mimpi yang di artikan oleh sang guru tidak sesuai dengan keberadaan mimpi tersebut, di anggap mimpi itu baik, yang beralasan amalan sudah di lakukan dengan benar. Padahal saya mengerjakan amalannya tidak sesempurna seperti yang guru sampaikan.

Kedua. Dalam mengerjakan amalan berupa zikir sering di lihat sejenis sinar atau cahaya menghampiri. Ketika di sampaikan, guru mengatakan "itulah yang di cari, teruskan amalannya". katanya.

Ketiga. Sering di datangi sosok orang yang berjubah.
Guru mengatakan itulah yang di cari sampai mengatakan itulah Tuhan.

Keempat. Guru mengatakan kaji akan lebih sempurna kalau sudah mendapatkan bisikan-bisikan.
Aku berfikir, apakan Tuhan itu akan berbisik-bisik di telinga. Kenapa tidak langsung aja bicara atau ngobrol.

Dikatakan sudah ketemu Tuhan bukanya saya merasa senang ataupun bangga, tetapi malah membuat saya merasa takut. Takut yang saya maksud bukan takut kepada sosok tersebut, tetapi takut jika apa yang di sampaikan guru itu salah.

Itulah beberapa kreteria di antara kreteria lainnya yang membuat saya berfikir untuk tidak melanjutkan belajar.

Didalam keraguan dalam belajar kaji diri, saya mohon ampun kepada Allah SWT, agar Allah memberi petunjuk supaya aku tidak salah menentukan jalan dalam pendalaman ilmu agama Islam sekaligus tidak bertentangan dengan Firman dan Hadist. Karena aku sama sekali tidak menginginkan keluar dari jurang akan masuk ke dalam jurang lainnya. Yang saya maksud aku tidak mau keinginan taubat nasuha yang sudah menjadi niat akan menemukan jalan yang sesat. 

Saya tidak mengatakan perguruan yang pernah saya ikuti itu tidak bagus atau lari daril rilnya, tetapi mungkin saja saya tidak terlalu meyakini apa yang saya pelajari dan saya dapat. Disamping itu mungkin cara berfikirku yang terlalu logika. Logika yang saya gunakan adalah saya berzikir semata-mata hanya karena Allah mengingat dan memuji-Nya, tidak pernah berfikir untuk melihat hal-hal aneh seperti cahaya, sosok berbuasa muslim dan sosok-sosok lainya. Apa lagi sampai ada sesuatu yang berbisik - bisik di telinga.

Secara pelaksanaan amalan zikir yang di lakukan dengan mendapat gambaran dalam mimpi, melihat cahaya, melihat sosok dan berbisik bisik, menurut saya akan meninggalkan ke tauhidtan. Mengapa saya mengatakan demikian? Tentunya saya mempunyai  alasan. Dan alasan tersebut akan saya uraikan di artikel selanjutnya.

Artikel selanjutnya : belum di posting

Artikel Taubatan Nasuha adalah bersambung anda bisa membacanya dari mulai bagian pertama : Belajar sesudah dewasa bagai mengukir di atas air

 

No comments

Terima kasih atas kunjungannya semoga artikel yang saya sajikan bermamfaat